
Siapa di sini yang sudah tak sabar ingin memiliki kartu kredit?
Di artikel ini MIDAS akan bahas seputar:
- cara membuat kartu kredit untuk pemula,
- plus kita bahas juga 7 tips supaya pengajuan kartu kreditmu bisa disetujui.
Yuk pakai tips dan langkah-langkah yang dibahas di sini agar pengajuan kartu kreditmu berhasil.
Apa Saja yang Perlu Disiapkan Untuk Membuat Kartu Kredit?
Setiap bank memiliki persyaratan yang berbeda untuk pengajuan kartu kredit. Namun umumnya, beberapa persyaratan dan dokumen yang dibutuhkan untuk membuat kartu kredit antara lain:
- Berusia minimal 21 tahun.
- Wajib memiliki penghasilan, biasanya dimulai dari minimal 3 juta Rupiah per bulan. Namun setiap bank bisa memiliki syarat batas penghasilan minimal yang berbeda-beda.
- Siapkan identitas, terutama foto/fotocopy KTP.
- Fotocopy NPWP.
- Dokumen pendukung, seperti: slip gaji atau foto buku tabungan.
Singkatnya, untuk tahap awal pengajuan pastikan kamu:
- Sudah memenuhi syarat umur (minimal 21 tahun).
- Sudah bekerja dan memiliki penghasilan, baik itu sebagai karyawan, pebisnis/pengusaha, ataupun profesional lainnya. Bank mensyaratkan nasabah kartu kredit wajib punya penghasilan supaya mereka yakin dengan kemampuan membayar tagihan dari si calon nasabah.
Singkatnya, bank tidak mau kalau pembayaran kartu kredit nya macet. Jadi mereka akan seleksi dengan hati-hati calon nasabah. Calon nasabah yang berhasil meyakinkan bank bahwa pembayaran dan kemampuan bayar mereka akan lancar, cenderung akan lebih mudah untuk disetujui permohonan kartu kreditnya.
Cara Mendaftar/Mengajukan Permohonan Kartu Kredit
Baik jika misalkan syarat-syarat dasar tadi sudah terpenuhi, maka kamu bisa mulai ajukan kartu kreditmu. Untuk membuat/membuka kartu kredit ada dua cara yang bisa digunakan, yakni:
Pengajuan Kartu Kredit Secara Offline
Ini cukup mudah dan gampang. Bahkan kamu akan dikejar-kejar oleh sales kartu kredit. Sebab sales-sales kartu kredit dikejar target untuk akuisisi nasabah kartu kredit baru. Jadi tanpa kamu repot-repot mencari pun, biasanya kamu akan dicari-cari dan ditawari kartu kredit. Beberapa cara pendaftaran kartu kredit secara offline misalnya:
- Daftar kartu kredit lewat booth yang dibuka oleh bank-bank di mal. Kalau kamu tinggal di Jabodetabek/kota besar lainnya, biasanya ada banyak sekali mall di sekitarmu. Nah main dan datang saja ke mall-mall tersebut, kamu akan dengan mudah menemukan booth kartu kredit dari berbagai bank. Sebut saja seperti CIMB Niaga, OCBC, Bank Mandiri, Bank BNI, bank-bank digital yang lagi banyak bermunculan, ataupun bank-bank lainnya.
- Daftar kartu kredit lewat event-event, seperti: travel fair, pameran, dsb. Umumnya ketika ada event travel fair, bank penyelenggara event itu akan menempatkan sales-sales kartu kredit mereka di event tersebut. Ketika kamu datang ke event travel fair, sudah pasti kamu akan ditawari untuk buka kartu kredit di bank tersebut. Nah kamu juga bisa daftar dari sana.
- Daftar/buka kartu kredit lewat cabang bank yang kamu tuju. Misalkan kamu ingin mendaftar kartu kredit BCA, maka bisa datang ke cabang BCA terdekat, lalu ajukan pendaftaran kartu kredit di sana. Biasanya orang cabang akan meferensikan dan mendaftarkan kamu untuk pengajuan kartu kredit. Biasanya, setiap cabang juga ditarget untuk akuisisi nasabah kartu kredit baru.
Pengajuan Kartu Kredit Secara Online
Sejak 10-15 tahun terakhir, sudah banyak bank yang menyediakan layanan pendaftaran kartu kredit secara online. Yang perlu kamu lakukan adalah:
1. Buka website bank yang ingin kamu buka kartu kreditnya.
Misal kalau mau daftar kartu kredit BCA, maka kamu bisa buka website Bank BCA, lalu ajukan pendaftaran kartu kredit secara online. Biasanya di website bank tersebut bank akan menyediakan halaman/form khusus untuk pendaftaran kartu kredit.

Berikutnya kamu tinggal isi data pada form aplikasi kartu kredit tersebut. Lengkapi dan submit data tersebut. Nah setelah data tersebut masuk ke sistem bank, pihak internal bank akan melakukan pengecekan dan verifikasi data terlebih dahulu. Berikutnya untuk calon nasabah yang eligible, mereka akan menghubungi nasabah tersebut. Biasanya proses komunikasi akan dilakukan lewat email, sms, atau media komunikasi resmi dari bank tersebut.
Ada juga bank yang akan meminta tim sales kartu kredit mereka untuk menghubungi si calon nasabah. Barulah sales kartu kredit akan janjian untuk bertemu nasabah (untuk keperluan pengisian aplikasi/form fisik) dan verifikasi calon nasabah. Nah dari sana barulah pengajuan kartu kredit akan dimulai dan diproses oleh bank yang bersangkutan.
Jadi jangan heran ketika kamu daftar kartu kredit secara online pun, biasanya kamu akan tetap dijumpai oleh sales kartu kredit secara offline.
2. Bisa juga melalui aplikasi mobile banking bank.
Tidak semua bank memiliki fitur pendaftaran/pembukaan kartu kredit di aplikasi mobile banking mereka. Namun pada bank-bank digital (digital bank), beberapa sudah ada yang memiliki fitur untuk mendaftar kartu kredit secara langsung lewat aplikasi mobile mereka.
Umumnya proses pengajuan kartu kredit secara online akan berlangsung lebih lama dibanding secara offline. Sebab pada pengajuan secara online, biasanya calon nasabah masih harus di-follow up oleh sales kartu kredit. Sedangkan pada pengajuan secara offline (jika melalui sales kartu kredit), data dan aplikasimu bisa langsung lebih cepat diproses oleh bank.
Berapa Lama Waktu dari Pengajuan Sampai Kartu Kredit Approved?
Berbeda-beda di setiap bank. Namun biasanya akan butuh waktu 7-14 hari kerja. Jadi, paling tidak akan butuh 2-3 mingguan hingga kartu kreditmu disetujui. Ini berlaku untuk yang baru pertama kali mengajukan kartu kredit di bank tersebut. Jika kamu adalah nasabah existing di bank tersebut, bisa jadi lebih cepat dan malah kamu yang ditawari kartu kredit.
Tips Jitu Supaya Kartu Kredit Approved (Lolos/Diterima)
Inilah beberapa tips yang bisa kamu pakai agar pengajuan kartu kreditmu disetujui.
1. Miliki Penghasilan yang Jauh di Atas Batas Minimal Bank
Contoh jika bank mensyaratkan minimal penghasilan 3 juta Rupiah, maka idealnya kamu punya penghasilan jauh lebih besar dari 3 juta. Misal 7-8 juta atau lebih. Semakin besar penghasilan yang kamu memiliki maka akan makin besar kemungkinan kamu disetujui. Sebab bank akan melihat penghasilanmu. Semakin besar penghasilanmu asumsinya adalah semakin banyak dana yang kamu miliki. Yang mana, akan lebih meyakinkan bank bahwa kamu tidak akan macet dalam melakukan pembayaran tagihan kartu kredit.
Apalagi jika kamu ingin mengajukan kartu kredit yang tingkatannya lebih tinggi (seperti kartu kredit travel yang ada miles), maka biasanya ini ditujukan untuk segmen nasabah dengan tingkatan income tertentu.

Untuk kartu kredit travel, biasanya perlu batas penghasilan yang lebih tinggi.
2. Percaya atau Tidak: Karyawan Cenderung Lebih Disukai. Terutama Karyawan dari Perusahaan Besar/Terkenal
Faktor yang harus dipahami adalah bank tidak ingin kredit tersebut macet. Untuk itu mereka akan cari aman menjaring nasabah-nasabah yang secara profil risiko lebih rendah. Nah biasanya karyawan dianggap lebih kurang berisiko dibandingkan pengusaha. Sebab karyawan akan punya income yang stabil setiap bulan. Apalagi jika karyawan tersebut bekerja di perusahaan-perusahaan besar dan terkenal (sebut saja seperti: peruashaan konglomerasi besar, perusahaan multinasional, perusahaan terbuka, BUMN, dsb), maka itu akan lebih menarik bagi bank.
Semakin bonafit tempat kerjamu, maka secara scoring mungkin kamu berpotensi lebih baik dan menjadikan aplikasi kartu kreditmu lebih berpeluang disetujui.
3. Siapkan Semua Dokumen Pendukung, Terutam Slip Gaji
Di beberapa bank mereka perlu salinan/soft copy/foto slip gaji kamu. Mereka ingin memvalidasi data jumlah penghasilanmu. Untuk itu pastikan kamu memiliki dokumen ini. Ini akan memudahkan kartu kreditmu untuk disetujui. Jika ada dokumen yang kurang/tidak bisa kamu lengkapi, maka ini bisa berpotensi menjadikan proses pengajuan dan verifikasi jadi terhambat.
4. Pastikan Kamu Mudah Dihubungi oleh Bank
Sebelum bank menyetujui kartu kredit, bank akan melakukan verifikasi terlebih dahulu. Verifikasi ini akan dilakukan kepada kamu selaku calon nasabah. Untuk itu pastikan kamu mudah/bisa dihubungi bank untuk proses verifikasi. Banyak aplikasi kartu kredit gagal disetujui gara-gara calon nasabah sulit dihubungi oleh bank.
Bahkan pada beberapa bank mereka juga akan melakukan verifikasi sampai ke tempat kamu kerja. Jadi pastikan proses verifikasi ini lancar dan tanpa halangan.
5. Jangan Pernah Telat Bayar Paylater, Pinjaman Online, atau Pinjaman Lainnya
Kalau kamu pernah telat bayar pay later, pinajaman online, atau pinjaman lainnya, maka besar kemungkinan skor kreditmu akan buruk. Jika skor kredit buruk, hampir pasti pengajuan kartu kredit/pinjamanmu akan ditolak oleh bank.
Untuk itu akan lebih baik kalau kamu tidak pernah telat bayar. Kalau perlu, lebih bagus lagi kamu belum pernah/tidak pernah pakai pay later atau pinjaman online lainnya.
6. Jangan Punya Kebanyakan Kartu Kredit

Ya bank akan tahu berapa banyak kartu kredit yang kamu miliki dan seperti apa status pembayarannya. Kesalahan dari banyak calon nasabah adalah mereka punya terlalu banyak kartu kredit. Misal gaji cuma 10 juta, tapi punya 3-4 atau bahkan lebih kartu kredit. Semakin banyak kartu kredit yang kamu miliki, maka ini berpotensi mengganggu scoring kamu. Terutama kalau misalkan limit kartu kredit yang kamu pakai dipakai hingga mentok (alias mendekati 100%). Secara profil risiko, tipe nasabah seperti ini cenderung lebih berisiko. Jadi besar kemungkinan juga akan ditolak.
Intinya…
Intinya bank ingin yakin bahwa kamu layak untuk diberi pinjaman. Mereka tidak mau pinjaman/kredit tersebut macet. Sebab itu akan merepotkan bank dan akan jadi beban (biaya) bagi bank. Mereka mau kasih pinjam kredit ke nasabah yang betul-betul bisa dipercaya. So, pastikan kamu menjadi nasabah dengan kemampuan bayar dan bisa dipercaya oleh bank.
Jika demikian, besar kemungkinan pengajuan kartu kreditmu akan diterima.
Bonus Tips: Buka Tabungan, Buka/Beli Produk Keuangan, dan Miliki Reputasi yang Bagus
Ini tips tambahan supaya pengajuan kartu kreditmu disetujui. Caranya adalah:
- Buka dulu rekening di bank yang ingin kamu tuju. Misal kalau kamu mau buka kartu kredit BCA, maka kamu bisa buka dulu rekening di BCA. Kamu bisa mulai dari rekening tabungan biasa.
- Selanjutnya tingkatkan jumlah saldo kamu. Semakin besar saldo kamu semakin bagus.
- Lebih bagus lagi kalau kamu ada beli/pakai produk keuangan di bank tersebut. Misalkan kamu bisa beli reksadana atau surat berharga negara di bank tersebut. Misal: beli ORI/SBR/dsb di bank tersebut. Apalagi jika nilai pembelian kamu besar (misal: 100 juta, 200 juta, 1 M, dsb). Ini akan menjadikan kamu lebih meyakinkan di mata bank.
- Atau bisa juga kamu ambil pinjaman di bank tersebut. Misalkan kamu sudah ambil KPR (Kredit Pemilikan Rumah) di bank tersebut, atau kamu ambil KKB (kredit kendaraan bermotor) di bank itu, maka biasanya akan ada program cross selling kartu kredit ke nasabah yang terpilih.
Tujuan dari cara ini adalah menjadikan kamu punya reputasi yang bagus di bank tersebut. Jika demikian, bank akan lebih yakin untuk memberi pinjaman ataupun kartu kredit bagi kamu.
Itulah tips jitunya. Silakan dicoba, dipraktikkan, yakin pasti pengajuan kartu kreditmu akan diterima.
Discover more from Midas
Subscribe to get the latest posts sent to your email.

2 thoughts on “Cara Membuat Kartu Kredit Untuk Pemula, 7 Tips JITU Biar Approved”